Dorong Budaya Kerja 'SATRIYA' hingga Digitalisasi Transaksi Kalurahan di Bantul

16 Juli 2026
SYAHRUL NUR ROMADLON
Dibaca 6 Kali
Dorong Budaya Kerja 'SATRIYA' hingga Digitalisasi Transaksi Kalurahan di Bantul

BANTUL – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Carik se-Kabupaten Bantul di Gedung Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai III Parasamya, Bantul, Kamis (16/7/2026).

Agenda strategis ini dirancang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan kalurahan melalui penanaman budaya kerja khas Yogyakarta, pembenahan sistem pengadaan barang dan jasa, hingga pengenalan teknologi transaksi digital.

Menghidupkan Filosofi 'SATRIYA' dalam Birokrasi Modern

Sesi pertama pelatihan menyoroti urgensi penerapan Budaya Pemerintahan SATRIYA (Selaras, Akal budi luhur-teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin dan percaya diri, Ahli-profesional). Budaya kerja khas DIY ini berakar dari filosofi Hamemayu Hayuning Bawana serta empat pilar moral ksatria:

  • Sawiji: Fokus, berdedikasi, dan konsentrasi penuh dalam bekerja.

  • Greget: Memiliki semangat, gairah, dan motivasi tinggi.

  • Sengguh: Percaya diri dan optimis, namun tetap rendah hati.

  • Ora Mingkuh: Pantang menyerah serta bertanggung jawab penuh atas tugasnya.

Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan krusial mengenai perbedaan wibawa pamong zaman dahulu dengan masa kini, terutama bagaimana sikap Carik muda menghadapi pamong senior. Menanggapi hal tersebut, pemateri menekankan pentingnya pendekatan kultural.

"Kuncinya adalah sosialisasi internal yang persuasif dan kesabaran. Transformasi budaya pemerintahan tidak bisa instan. Tugas Carik bukan sekadar mengatur, melainkan memberikan pemahaman agar seluruh pamong dapat memberikan pelayanan prima secara bersama-sama," ungkap pemateri.

Ditambahkan pula bahwa pendekatan ini harus dibangun secara kolektif bersama Lurah selaku pimpinan, diimbangi dengan pendekatan personal kepada para pamong untuk menyiasati dinamika lapangan.

Instruksi Dinas PMK: Rencana Aksi dan Tertib PBJ

Kepala Dinas PMK Bantul dalam arahannya meminta seluruh Carik segera menyusun Rencana Aksi Budaya SATRIYA sebagai panduan implementasi konkret di kalurahan masing-masing.

Selain itu, Dinas PMK menyoroti tata cara pemaketan serta Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sebagai sektor prioritas yang harus ditingkatkan kualitasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, materi kedua mengupas tuntas teknis PBJ di tingkat kalurahan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai tiga metode utama PBJ kalurahan: pembelian langsung, permintaan penawaran, dan lelang.

Dalam pelaksanaannya, metode pemaketan anggaran wajib dipisah berdasarkan masing-masing sumber dana. Sedangkan untuk proses negosiasi dan penentuan penyedia jasa, Carik diimbau lebih jeli dalam menyiasati aspek kesesuaian teknis dan rasionalitas harga.

Digitalisasi Keuangan Desa Lewat Sistem QRIS

Menutup rangkaian pembekalan, para Carik diperkenalkan pada sistem pembayaran digital non-tunai melalui QRIS untuk Pendapatan Asli Kalurahan (PAK). Program akselerasi digital ini diharapkan mampu menekan kebocoran anggaran dan mempercepat birokrasi keuangan.

Sebagai langkah awal, para Carik diperkenalkan pada alur teknis digitalisasi ini:

  • Pamong atau pengguna mengunduh aplikasi Qristalku melalui Google Playstore.

  • Guna memantau transaksi masuk secara seketika (real-time), kalurahan dapat menggunakan aplikasi QUAT (Qris Ultimate Automated Transaction).

Sebagai langkah konkret pasca-acara ini, Dinas PMK Bantul berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan secara spesifik bersama Danarta (Bendahara Kalurahan) untuk mematangkan eksekusi teknis penggunaan sistem QRIS di lapangan.

Dorong Budaya Kerja 'SATRIYA' hingga Digitalisasi Transaksi Kalurahan di Bantul
Dorong Budaya Kerja 'SATRIYA' hingga Digitalisasi Transaksi Kalurahan di Bantul
Dorong Budaya Kerja 'SATRIYA' hingga Digitalisasi Transaksi Kalurahan di Bantul