SIMFONI 1001 Pembatik: Kolaborasi Budaya, Edukasi, dan Pariwisata dalam Rangka HUT ke-270 Kota Yogya

18 September 2026
RM ACHQIYAR RIDAYANTO
Dibaca 21 Kali
SIMFONI 1001 Pembatik: Kolaborasi Budaya, Edukasi, dan Pariwisata dalam Rangka HUT ke-270 Kota Yogya

Wonokromo, Pleret – Dalam rangka memperingati HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Hari Batik Nasional 2026, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY menyelenggarakan kegiatan SIMFONI 1001 Pembatik dengan mengusung semangat kolaborasi budaya, edukasi, dan pariwisata.

Kegiatan yang mengangkat tema “Membatik Bersama 1001 Pembatik (Kolosal)” tersebut akan dilaksanakan pada:

 Hari/Tanggal: Sabtu, 3 Oktober 2026
 Waktu: Pukul 06.30–14.00 WIB
 Lokasi/Rute: Mulai dari Simpang Empat Terang Bulan, Malioboro hingga Monumen SO 1 Maret, Titik Nol Kilometer Yogyakarta
 Biaya Pendaftaran: Rp100.000,- per peserta

SIMFONI 1001 Pembatik tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati Hari Batik Nasional, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan dan melestarikan batik sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan unsur masyarakat, pelaku budaya, pendidikan, pariwisata, serta berbagai pemangku kepentingan dalam suasana kebersamaan.

Selain kegiatan membatik secara kolosal, acara juga akan dimeriahkan dengan musik, tarian, dan talkshow, sehingga peserta dan masyarakat dapat menikmati rangkaian kegiatan budaya sekaligus memperoleh edukasi mengenai batik.

Pendaftaran SIMFONI 1001 Pembatik dibuka mulai 10 Agustus hingga 25 September 2026. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui nomor 0895 3212 8855 atau akun Instagram @simfoni1001pembatik. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui tautan yang tercantum pada poster kegiatan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh KADIN DIY dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Balai Kerajinan Batik Yogyakarta, serta Dekranasda DIY.

Melalui kegiatan SIMFONI 1001 Pembatik, masyarakat diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan turut melestarikan batik sebagai warisan budaya sekaligus potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pemerintah Kalurahan Wonokromo mengajak masyarakat untuk turut mengetahui dan mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.